Friday, April 25, 2014

Puisi : Maafkan Kami Syria


tangis itu mendayu-dayu,
di balik reruntuhan kaku,
ratap itu terdengar syahdu,
di celah-celah mayat nan beku

jeritan wanita nan lemah,
tangis si kecil penuh resah,
si tua merangkak mencari arah

darah mujahid yang tumpah,
nyawa pejuang yang dikunyah,
sanggup kau biarkan mereka dilapah-lapah

suara itu memanggilmu,
dari bumi Syria yang kian sayu,
merayu-rayu agar dipeduli,
namun engkau masih bisu

tergamaknya engkau melihat saja,
cuma jadi penonton setia,
hanya di balik skrin kaca,
tanpa pernah kau usaha

mereka itu saudara kamu,
namun kamu diam membisu

maafkan kami Syria,
tangis matamu tak dapat kami kesat
parah lukamu tak mampu kami rawat
musuh durjana tak bersungguh kami sekat
entah apa hujah kami di akhirat

Madinah Al-Munawwarah,
0138, 26 April 2014 





No comments:

Post a Comment